Perbaiki Sistem Informasi Haji, Kemenag Susun Pengembangan Aplikasi Haji Pintar

By Admin


nusakini.com-Bandung-Informasi terkini tentang haji menjadi salah satu kebutuhan umat muslim di Indonesia. Menyadari hal ini, Kementerian Agama terus berupaya melakukan perbaikan dalam sistem informasi haji. Salah satunya dengan melakukan pengembangan aplikasi Haji Pintar, yang berisi panduan dan informasi dalam melaksanakan ibadah haji di tanah suci. 

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali, di Bandung. “Kebutuhan informasi melalui teknologi tidak bisa dihindari. Karena, saat ini orang mulai malas mencari informasi face to face,” ujar Nizar saat membuka kegiatan Penyusunan Design dan Fitur Haji Pintar, Senin (12/11). 

Selama ini menurutnya, aplikasi Haji Pintar yang merupakan besutan Direktorat Pelayanan Luar Negeri Ditjen PHU telah membantu memberi kemudahan bukan hanya bagi jemaah, tetapi juga bagi para petugas selama berada di tanah suci. 

“Saya merasakan sendiri, sebagai petugas terbantu dengan adanya aplikasi Haji Pintar. Misalnya saat musim haji, dimana Siskohat di closed, calon jemaah haji bisa mengecek kapan tahun keberangkatannya melalui aplikasi Haji pintar,” kata Nizar. 

Ke depan, Nizar berharap pengembangan Haji Pintar dapat mengakomodir kebutuhan informasi haji yang lebih luas. Tidak hanya lebih banyak berisi informasi haji saat berada di tanah suci saja, tetapi juga memuat informasi yang dibutuhkan oleh calon jemaah haji yang ada di tanah air. 

“Sasaran penggunanya harus lebih luas, bukan hanya mereka yang berangkat ke tanah suci pada musim haji saja. Tetapi juga calon jemaah haji kita yang berada dalam antrian panjang di tanah air,” pesan Nizar. 

Nizar juga mengharapkan aplikasi Haji Pintar juga dapat menjadi sarana pelaporan bagi para petugas haji di tanah suci. “Tahun 2019 basisnya sudah IT. Jadi laporan petugasnya diharapkan sudah tidak manual lagi, tetapi berbasis IT,” tegas Nizar. 

Hal senada diungkapkan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis. Saat ini, informasi yang ada dalam aplikasi Haji Pintar memang lebih banyak dimanfaatkan oleh jemaah haji ketika di tanah suci. Mulai dari layanan akomodasi, transportasi bus shalawat, jadwal penerbangan, hingga video tutorial layanan. 

Menurutnya sejak pertama kali dirilis pada 2015 lalu hingga hari ini, aplikasi Haji Pintar telah diunduh sebanyak 100 ribu kali. “Belum semua jemaah haji kita menggunakan aplikasi ini. Lebih banyak Ketua Regu atau Ketua Rombongan,” kata Sri Ilham. 

Hal ini menurutnya disebabkan masih banyak jemaah Indonesia yang mayoritas lansia belum terbiasa dengan penggunaan ponsel pintar. Ia pun berharap, pengembangan aplikasi Haji Pintar yang dilakukan dapat memuat informasi persiapan ibadah haji.  

“Jadi sejak di tanah air, jemaah haji kita yang mengantri pun dapat memiliki pengetahuan tentang ibadah haji. Saat ini di Haji Pintar juga sudah tersedia ensiklopedia haji melalui fitur Haji Pedia. Ini salah satu fitur yang sebenarnya dapat dimanfaatkan calon jemaah haji,” imbuhnya. 

Sri berharap melalui kegiatan Penyusunan Design dan Fitur Haji Pintar, dapat memberikan output nyata usulan pengembangan haji pintar. “Tolong selama tiga hari ini, cermati betul fitur yang ada. Saya mengharapkan dari kegiatan ini dapat dirumuskan, dibuatkan desain dan fitur-fitur yang dapat menjawab kebutuhan informasi haji bagi masyarakat kita,” pesan Sri Ilham. 

Kegiatan Penyusunan Design dan Fitur Haji Pintar berlangsung selama tiga hari mulai 12 – 14 November 2018. Dan diikuti peserta dari unsur Ditjen PHU, unsur Setjen Kemenag, Bidang PHU Kanwil Kemenag DKI, serta Bidang PHU Kanwil Kemenag Jabar.. (p/ab)